You Know My Name Not My Story

Kamu tahu nama saya, tidak cerita saya



 Setiap manusia mempunyai nama pemberian dari orang tua,keluarga atau teman ortu kamu. Nama itu bisa jadi doa harapan orang tua, makanya ada anak yang namanya :slamet (diubah sedikit), sabar dll. 


Punya nama yah buat membedakan manusia satu dengan manusia lainnya. Walaupun ada yang punya nama banyak yang sama atau lebih dikenal dengan pasaran. Dapat dibedakan dengan nama panggilan unik gitu. 

Kata teman-teman aku, aku adalah orang yang tertutup. Aku selalu punya prinsip "setiap orang yang kenal aku, ngga boleh 100% tahu cerita ttg aku. Aku merasa ngga penting mereka tau ttg aku. Cerita masalah atau masa lalu yang pahit itu ngga seharusnya diceritain. Tapi, apa gunanya teman kalo bukan untuk curhat?.

Uniknya aku curhat itu beda dengan orang-orang biasanya. Yah biasanya orang-orang curhat dengan mama, kakak, pasangan atau sahabat gitu.

Kalau aku, aku curhat sama orang yang jauh dari lingkungan permasalahan aku. Alasan pertama, karena saat waktu aku punya masalah, aku pengen dibelain, dihibur atau diperhatiin dan diberi solusi. Alasan kedua, biar ngga bocor. Contohnya Aku curhat ttg kuliah aku ke teman SMP. Teman SMP aku kan ngga ngerti budaya dan keadaan kampus aku. Nah walaupun teman SMP aku ngebocorin ke teman SMP aku yang lainnya menurut aku tidak terlalu masalah. Mereka juga ngga terlalu mengerti masalah aku. Aku cerita bukan ke satu teman, tapi beberapa teman yang lain untuk menjaga komunikasi jarak jauh dan lebih aman.

Orang yang tau nama kita, tapi tidak tahu cerita ttg kita, hati-hati kena judge orang lain. Orang yang suka menghakimi orang lain, dia ngga tau alasan atau cerita dari orang langsung tersebut. Mereka cuma melihat sisi negatif tanpa memandang sisi positif. Misalnya aku orang yang pelit, tiba-tiba teman aku ada yang bilang "dasar pelit". Mereka ngga tau alasan aku pelit kenapa?. Mungkin, mereka ngga tau duit aku tinggal berapa karena aku ngga cerita sama mereka. Tapi mereka langsung ngejudge kalau aku pelit banget. Zaman sekarang, banyak banget ngejudge orang. Mereka cuma mendengar cerita dari orang lain. Jarang yang berani dengar dari orang langsung (termasuk aku).

Aku ngga suka kalau orang pengen tahu cerita aku. Aku akan share kok, asalkan mereka juga share ceritanya ke aku. Karena aku dan mereka punya telinga dan mulut yang bisa menyebar cerita ke orang lain juga.

Stop menghakimi orang, jangan mudah percaya dengan gosip yang beredar. Tidak usah ikut campur urusan orang. Belum tentu dia mau diurusin orang.

Tulisan ini bukan buat kalian saja, tapi buat aku juga untuk sama-sama intropeksi diri.











Share:

No comments:

Post a Comment