Event Jakarta Humanity Festival


Manusia disebut makhluk zoon politicon atau makhluk sosial. Kamu tidak bisa hidup sendiri, kamu butuh bantuan orang lain dan kamu harus berinteraksi dengan orang lain.

Pada tanggal 27 Januari 2019 Dompet Dhuafa menggelar event Jakarta Humanity Festival di Loop Station, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di dalam ruangannya terdapat banyak foto-foto yang terpampang di dinding kejadian setelah bencana alam terjadi.




Acara ini gratis, dan terbuka untuk umum. Acara ini meliputi: Sharing Session, humanity talk dan sound of humanity. Event ini mengajak kaum milennial untuk peduli dan berbagi, mengingat kita belakangan ini sering terjadi bencana alam.

Earth Today

Sharing session pertama diisi oleh Syamsul Ardiansyah selaku aktivis merangkap manager recovery Dompet Dhuafa. 

Perubahan iklim dan musim tidak menentu. Yuk mengubah gaya hidup kita menjadi cintai bumi dan peduli dengan lingkungan dengan cara menghemat penggunaan listrik, mengurangi pemakaian plastik, dll



Workshop Remake and Reuse the coffe cup



Diam baee. ngopi napa?
Bagi kamu yang suka ngopi nih di cafe atau di tempat acara event. Biasanya menyajikan kopi menggunakan gelas plastik atau coffe cup. Menggunakan bahan plastik itu tidak baik untuk lingkungan. Plastik sangat lama membutuhkan waktu untuk mengurai. Mba Ratri E Rahayu 

Pada workhop itu Mba Ratri  mengajak audience untuk membuat gambar di cup kopi. Setiap peserta diberi cup dan spidol marker berwarna. Waktu yang diberikan sekitar kurang lebih 10 menit. Pada saat itu aku bingung untuk menggambar apa karena udah lama tidak menggambar 




Bencana 2019

Pak Agus Wibowo selaku Kepala Pusat Pendidikan dan latihan Penanggulangan Bencana memamparkan bencana yang terjadi pada tahun 2018 dan 2019.

Telah terjadi kejadian bencana pada tahun 2018 (update 14 Desember 2018) sebanyak 2426 yang menyebabkan 4231 orang meninggal dan hilang, 6498 orang luka-luka,  9,9 juta orang mengungsi dan 374.023 unit rumah rusak. Dari 2426 bencana terdiri dari 2350 (96,9%) bencana hidrometeorologi dan 76 (3,1%) bencana geologi. 

Meskipun bencana geologi hanya terjadi 76 kejadian, namun menyebabkan dampak bencana yang lebih besar,  khususnya gempa bumi dan tsunami.  Kejadian 20 kali gempa bumi yang merusak telah menyebabkan 572 meninggal dunia, 2012 orang luka-luka,  483.364 orang mengungsi dan terdampak,  dan 16520 unit rumah rusak. 

Kejadian bencana pada awal tahun 2019 (update 21 januari 2019) sebanyak 208 yang menyebabkan 11 orang meninggal dan hilang, 67 orang luka-luka, 35.569 orang mengungsi dan terdampak, dan 2581 unit rumah rusak.  Seluruh bencana yang terjadi merupakan bencana hidrometeorologi.

Bencana yang paling banyak terjadi adalah bencana puting beliung. Bencana ini menyebabkan rumah rusak paling banyak.  Bencana yang paling banyak menimbulkan korban adalah banjir. 

Bencana adalah takdir yang ditentukan oleh sang maha pencipta. Kita tidak tahu kapan bencana terjadi. Namun, kita bisa meminimalisir dengan cara: 
1. Kenali bahayanya

2.Kurangi Resiko 
Contoh keluar dari gedung atau rumah dan lari ke lapangan terbuka pada saat goncangan gempa. 

3. Selalu siap siaga
Kita harus selalu siap dalam kondisi apapun pada saat bencana datang.




Share:

No comments:

Post a Comment