Potensi Industri E-Commerce di Indonesia



ekonomi digital

Perkembangan sektor ekonomi dan keuangan di seluruh dunia tidak dapat dipisahkan dari kemajuan teknologi dan gaya hidup masyarakat yang semakin modern. Hal ini mendorong munculnya financial technology yang biasa dikenal dengan Fintech yang memberikan kemudian untuk mengakses layanan keuangan, teknologi keuangan, dan sudah mulai berkembang industry yang mendukung sektor-sektor penting dalam perekonomian seperti pertanian, perikanan dan pendidikan. 


Fintech menjadi salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia. Menurut kajian Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama AFTECH, Industri fintech telah meningkatkan perekonomian Indonesia secara makro. INDEF juga menyebutkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia setiap tahunnya meningkat sekitar Rp.25,97 triliun karena industri fintech dan transaksi fintech di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 18,6 miliar USD,atau setara Rp.246,75 triliun. Menurut data statistik, transaksi fintech Indonesia akan mencapai 37,15 USD setara dengan Rp.494 triliun pada tahun 2021.

Jenis fintech beragam mulai dari startup pembayaran, peminjaman (lending), pembiayaan crow founding, market aggregator, dan remittance. Perkembangan startup mampu melirik perhatian  banyak investor baik individu maupun instutusi untuk berinvestasi. Adapun lima jenis fintech ang ada di Indonesia:

1. Crow Funding
adalah startup yang menyediakan platform penggalangan dana sosial untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti korban bencana alam, korban perang, orang mengalami penyakit yang membutuhkan biaya yang banyak, membangun tempat ibadah, dsb.

2. Peer-to-peer lending
merupakan startup yang menyediakan platform pinjaman untuk mengembangkan usahanya. Proses peminjaman sangat mudah dan prosedur tidak berbelit-belit.

3. Payment Gateway
Bertumbuhnya perusahaan e-commerce memicu pula startup yang menjadi jembatan penghubung antara e-commerce dengan konsumen. Layanan ini disediakan statup untuk  e-commerce disebut layanan Payment Gateway

4. Market Aggregator 
Merupakan portal yang mengumpulkan dan mengoleksi berbagai informasi pilihan layanan keuangan untuk disajikan kepada pengguna. Dengan mengakses dan membandingkan produk melalui market aggregator, kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan produk dan bisa memilih kartu kredit yang sesuai dengan persyaratan.

5. Remittance
merupakan startup yang menyediakan jasa layanan pengiriman uang antar negara. Hal ini didasari oleh banyak masyarakat tidak memiliki akses atau akun perbankan.

Dengan adanya fintech, generasi muda dan millennials memiliki peluang usaha yang besar untuk menjadi pengusaha yang sukses dibuktikan dengan banyak kisah pengusaha muda di Indonesia. Selain itu, industri fintech lebih fleksibel dibandingkan dengan bisnis keuangan konvensional, hal ini menjadi lahan yang tepat bagi pebisnis muda.

Perkembangan Fintech di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dapat dijadikan lonjakan bisnis keuangan di Indonesia yang harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat. Potensi ini bisa ditemukan dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang telah mencapai 112 juta pengguna di tahun 2017, masyarakat yang sudah melek teknologi, dukungan pemerintah yang aktif, dan  munculnya startup dengan ide dan inovasi baru,

Share:

No comments:

Post a Comment