Save Pendidikan Indonesia, Pendidikan Indonesia bukan sekadar Ilmu saja tetapi sikap juga termasuk

Jujur, aku sering melihat berita viral yang buruk di instagram. Apalagi beritanya mengenai dunia pendidikan di Indonesia yang menampakkan kekerasan antar murid atau mahasiswa, tidak sopan terhadap guru, kekerasan seksual guru terhadap murid, bullying, dan lain-lain.

Sedih nggak sih melihat kejadian begitu?. Aku merasa apa yang salah dengan pendidikan Indonesia?  Sistemnya kah?  Atau pola pikir mereka?.

Perbedaan sekolah generasi sebelum x dengan generasi x dan setelah x.  Generasi sebelum x,  hampir semua anak murid takut, hormat dan patuh dengan gurunya. Guru memberi hukuman seperti pukul tangan menggunakan rotan panjang. Yah mungkin zaman sekarang itu sudah dianggap hukuman pakai kekerasan fisik. Hukuman seperti itu yang sering didengar dari kakak aku dan orangtua.

Generasi x dan setelah x, beberapa anak murid acuh, cuek terhadap guru (maaf disini aku menilai sisi negatif, aku yakin banyak yang tidak begitu). Hukuman yang diberikan seperti lari kelilingi lapangan, squat jump, tidak boleh masuk mata pelajaran (diskors), bediri depan kelas dll.

Apa yang harus diperbaiki untuk murid dan guru di sekolah agar atittude mereka baik?.  Seorang guru seharusnya mendidik muridnya menjadi murid yang berprestasi dan berakhlak baik. Bukan hanya tau hitungan, hafalan ini itu dan dapat nilai baik.

Lah kan guru tugasnya mencerdaskan kehidupan bangsa? 

Iya sih, tapi kan anak-anak berada di sekolah itu bisa 6-9 jam. Sisanya di rumah. Belum lagi ditambah kegiatan lainnya seperti les atau nongkrongnya.  Belum juga ditambah pr. Jadi, memang anak-anak sangat kurang menghabiskan waktu dengan orangtua.

Tidak sepenuhnya kesalahan itu ada pada gurunya. Bisa jadi kesalahan orang tua yang tidak mempedulikan anak karena sibuk kerja, broken home, kekerasan ayah ibu, kondisi ekonomi keluarga juga, dll.

Dulu aku ingin menjadi seorang guru. Cuma aku merasa menjadi guru itu beban,  karena aku sering kesal dengan orang yang susah mengerti, dan aku bicaranya masih terbelit-belit. Tidak semudah itu fergusso.

Sebagai murid seharusnya menghargai seorang guru,  mampu bekerjasama baik dengan gurunya. Membuat suasana di kelas kondusif.

Aku pernah dengar ceramah UAS yang ini
Bagaimana pelajaran bisa masuk ke otak, tetapi kitanya sendiri tidak menyukai seorang guru. 
Aku pernah membaca berita seseorang yang mengumrohkan puluhan guru-gurunya. Masya Allah

Semoga tidak ada lagi kekerasan-kekerasan di dunia pendidikan. Indonesia harus bisa mencentak generasi penerus bangsa yang berbudi pekerti baik dan berprestasi. Save pendidikan Indonesia
Share:

No comments:

Post a Comment