Media Gathering dan Training Syariah CIMB Niaga Syariah

Haiii... pada tanggal 22 November 2019, aku dan 4 rekan blogger menghadiri media gathering dan training Syariah CIMB Niaga Syariah di Hotel Alana, Bogor. Aku merasa senang dan beruntung bisa menambah ilmu mengenai ekonomi syariah. Kebetulan event ini mengingatkan aku dengan materi kuliah pendidikan agama mengenai bagi hasil, sewa menyewa, perbankan syariah.



Konsumsi produk halal dosmetik di Indonesia meningkat sejak adanya globalisasi. Coba saja lihat iklan di televisi, hampir semua produk menyebut kata halal di iklan. Ini menunjukkan bahwa Halal bukan sekedar logo tapi bentuk kepercayaan masyarakat terhadap produk.

Urusan produk berbicara tentang halalan thoyiban. Kriteria halal dalam produk terdiri fdari bahan, proses dan manajemen, tapi banyak perusahaan ybelum bisa link ke ekonomi syariah. Kriteria Perusahaan halal menurut Daftar Efek Syariah (DES)- OJK/BEI:

  • tidak ada judi, perdagangan non syariah, gharar, ribawi
  • tidak ada distribusi dan produksi barang haram
  • tidak ada transaksi suap
  • tidak ada rasio hutang ribawi <45% dan rasio pendapatan tidak halal <10%.

Asbisindo membuat Ekosistem ekonomi  halal yang mencakup  islamic finance, halal products community & lifestyle, education, hospitality service, healthcare service. Kenapa? karena 6 hal ini yang sering digunakan oleh masyrakat.

Ada 4 Tantangan Pembiayaan Industri Halal (IH)
  1. Produk dan Jasa Keuangan Syariah
  2. Akad Pembiayaan
  3. Financing Capacity
  4. Risk Appetite

Muslim Zaman Now


50 produk tidak dikonsumsi oleh milenial, maka dari itu produk yang tidak disukai milenial akan mati. Contohnya grup pelawak, milenial lebih menyukai acara Stand Up Comedy. Jam kerja 9.00 pagi hingga 17.00 sore dibunuh oleh milenial, milenial lebih menyukai kerja di coworking space dan waktu kerja lebih sedikit seperti freelancer.

ciri-ciri milenial yaitu experience seeker, dia mengurangi konsumsi barang, dan mengkonsumsi experience contohnya minuman boba yang dinilai bukan karena foodnya tetapi experience nya. Milenial mencari kebahagian dengan experience. Kalian pasti tidak asing dengan kata YOLO " You Only Live Once" yapp hidup cuma sekali.. semboyan milenial banget.

Begitu juga muslim di Indonesia masa kini... 

Yuswohadi mengatakan muslim indonesia itu menarik, makin kaya, makin pintar dan makin religius.

Market  Produk itu menjhsjual value yang terdiri emosional benefit, functional benefit, spritual benefit. 
Kini, produk banyak menjual nilai spiritual benefit (SB). 

Kita ambil contoh produk The Body Shop. Produk ini yang mengelola muslim Ghana Afrika. Namun, iklan The body shop tidak terang-terangan menyebutkan kata halal di iklan. Isi konten yang berisi ramah lingkungan membuat produk ini bersifat Universal. 

Disrupsi muslim itu ditandai dengan lahirnya value baru namanya  spiritual benefit (SB) . Disrupsi yang menimbulkan korban gaya. Perbankan Konvensional mungkin bisa tertelan oleh perbankan syariah karena masyarakat muslim takut dengan unsur riba.

Yang nama religius adalah ketika apa yang dikonsumsi sudah menjadi bagian ibadah seperti memilih pakaian sesuai dengan  nilai-nilai islami.

Islam mengajarkan hubungan secara vertikal dan horizontal yaitu hablum minallah dan hablum minannas. yang terjadi pada revolusi sejak tahun 2010 perubahan ketaatan kepada islam secara horizontal yang muamalah, sedangkan secara vertikal sudah ada sejak dulu. Semua aspek kehidupan dari pendidikan, tabungan, fashion banyak mengambil nilai-nilai islami. Industri Halal pun tumbuh.

Menurut Yuswohady, pasar muslim saat ini tengah berubah seiring hadirnya revolusi industri 4.0 menjadi Muslim 4.0 . Hal ini ditandai dengan perubahan gaya hidup Muslim menjadi semakin religius (Hijrah),digital (connected), dan fun (leisure).

CIMB Niaga Syariah menyediakan produk dan layanan yaitu aplikasi digital banking, Go Mobile, untuk kemudahan transaksi perbankan syariah dalam gengaman termasuk membayar zakat, infak, shadaqah, dan wakaf melalui QR Code.

Kinerja CIMB Niaga Syariah Meningkat


Modal Dual Banking Leverage Model (DBLM) dengan Unit Usaha Syariah yang dituangkan dalam kebijakan Peraturan CIMB Group:
  • DBLM level 1: Kebijakan pokok perusahaan  (Maret 2016)
  • DBLM level 2: Kebijakan umum Penerapan DBLM di perusahaan (Februari 2017)
Adapun tujuan bisnis yaitu sebagai salah satu usaha untuk meningkat efisiensi perbankan terutama CIMB Niaga Syariah sesuai arahan Presiden untuk mencapai kesamaan tingkat suku bunga/margin dengan bank konvensional. 

Penerapan strategi yang tepat berhasil meningkatkan kinerja CIMB Niaga Syariah. Per 30 September 2019, CIMB Niaga Syariah berhasil membukukan laba sebesar Rp. 848,85 miliar atau naik 62,1% Year - on-Year (Y-o-Y). Peningkatan laba dikontribusi oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat dan pendapatan dari bagi hasil.

Penerbitan sukuk mudharabah merupakan salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan UUS Bank CIMB Niaga. Per 30 September 2019, nilai pembiayaan yang disalurkan senilai Rp31,1 triliun atau tumbuh 29% secara tahunan.

Kinerja positif tersebut juga berhasil meningkatkan aset CIMB Niaga Syariah menjadi Rp. 36,98 triliun atau naik 18,5% Y-o-Y. Pandji P. Dajajanegara selaku Direktur Syariah Banking CIMB Niaga berharap CIMB  Niaga Syariah dapat berperan lebih untuk mengembangkan industri halal Indonesia


Share:

No comments:

Post a Comment