Udah Kerja?

Selesai lulus kuliah D3/S1 ngapain? Yap, banyak orang menjawab ya kerja lah. Mungkin ada jawaban lain yaitu menikah, atau mengurus keluarga bagi yang duluan nikah baru lulus. Apalagi ada yang melanjutkan kuliah S2.
Sesuai judul, kali ini aku berbagi pengalaman aku sedikit tentang kerja.

Kerja ya?
Aku pernah menulis di blog ku yang berjudul "Siapa bilang menjadi pengusaha itu sulit". . Nah di tulisan tersebut aku menulis mencari pekerjaan itu mudah, karena kita bisa cari di aplikasi job, website, sosial media atau dari orang lain. Namun, untuk mendapatkan kerja dan menjadi pekerja di salah satu perusahaan yang kita pilih itu dibilang sulit. Kenapa? Pertama, banyak saingan, kedua, tidak punya prestasi atau pengalaman kerja, ketiga, tidak punya skill. Tapi 3 faktor itu belum tentu tepat ya teman-teman. Rezeki kan Allah yang jamin. Jika belom mendapat pekerjaan dalam jangka waktu lama  ya ujung ujungnya memilih untuk buka usaha sendiri. lumayan loh bro sis jadi bos sendiri hehe.

Alhamdulillah aku lulus sidang pada bulan Mei 2019 dan wisuda bulan Agustus 2019.. Untuk menunggu ijazah keluar harus menunggu waktu dua bulan dari pendaftaran wisuda. Selama aku menunggu keluar ijazah, aku mencoba melamar dengan modal Surat Keterangan Lulus atau disingkat SKL. Sambil melamar loker sana sini... Aku juga fokus mencari job blogger. Blog ku sudah lama tak isi, kini ku mulai isi dengan job blogger hehe.

Pasti sering nih teman-teman mendapat pertanyaan yang sangat mengganggu gitu yaitu, Udah Kerja?. Aku sering nih dapat pertanyaan kayak gini. Bosan aku mendengarnya,, aku bilang aku kerja sebagai blogger, mungkin banyak yang tidak tau blogger kerjanya ngapain aja sih. pandangan mereka melihat diriku kok lihat di instagram ikut event ini itu, endorse mulu, seminar lah, workshop. hmmmm.... kantornya dimana?. ku jawab aku kerja dimana-mana sangat fleksibel kalau menulis blog di rumah sih hehe. Beginilah nasib jadi freelancer blogger ya.

Yah aku sih ngga mau debat sama orang yang menganggap aku kerja santai tapi bisa menghasilkan uang. karena stigma mereka  kalo kerja itu di kantor. Aku yang belum pernah bekerja di kantoran, jadi penasaran bagaimana rasanya bekerja di kantor. Meninggalkan zona nyaman gitu deh.

Aku pernah ikut interview beberapa perusahaan dari yang walk in interview, psikotes dulu baru interview. Endingnya aku Ditolak.. sakiitt rasanya. Anggap saja itu pengalaman yang harus diperbaiki dilihat segi penampilan, gaya bicara, dan jawabannya.

Orang-orang berlomba mendapat pekerjaan untuk mengais rezeki. Aku jadi ingaat dengan satu postingan dakwah yang berisi "tidak semua orang mempunyai gaji, tetapi setiap orang mempunyai jatah rezeki masing-masing". Trus kenapa kita masi khawatir?. Yuk sama-sama cari penghasilan yang halal, dan bekerja untuk mencari ridho Allah. Aku punya pengalaman, karena  minimnya ilmu agama setiap job aku ambil yang penting dapat uang. Padahal ternyata ada job yang aku ambil itu tidak sesuai syariat islam, disaat itu aku punya uang yang cukup. Ujian banget ....Padahal yang memberi rezeki kan Allah. Bos atau ketua kan hanya perantara.

Pernah dengar ngga sih kata-kata semacam ini "Kerja keras dulu, Ketika umur 35 atau 40 tahun baru deh bisa senang-senang". Lah, emang dia tau bakal meninggal kapan? Bisa jadi kita ditakdirkan meninggal dala waktu dekat. Seolah hidup di dunia hanya kerja kerja dan kerja. Ibadahnya kapan?. Kita boleh kok bekerja asal jangan lupa beribadah.

hmm apa lagi ya..
Segitu dulu aja deh hehe







Share:

No comments:

Post a Comment