Bersepeda di Era New Normal

Hai



Memasuki Era New Normal bukan berarti pandemi corona covid 19 telah berakhir, kita tetap mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak, cuci tangan, membawa  helm dan perlengkapan ibadah sendiri, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi.


Bersepeda menjadi tren terbaru di Era New Normal. Loh kok bisa ya? Semenjak di rumah aja, kita merasa bosan dan jenuh melakukan di rumah aja, bahkan berolahraga di rumah aja. Weits sabar, ini termasuk cara ikhtiar kita menghindari covid 19. Nah di era New Normal, Orang-orang sudah bisa beraktivitas di luar rumah, sepeda bisa jadi pilihan sehat nih gaes.

Meningkatnya jumlah peminat bersepeda, produksi sepeda pun meningkat. Bahkan harga sepeda naik. Wah Alhamdulillah sudah punya sepeda sebelum covid 19 walaupun jarang digunakan. Kini lebih rajin bersepeda dari sebelumnya hehe.

Aku bersepeda mengelilingi daerah sekitar rumah.. Hehe sekitar 6 km. Aku sering bersepeda bersama teman atau kakak and the genk. Bersepeda dengan santai, dapat relax nya,jadi lebih tenang gitu dan tidur pun bisa nyenyak. Pengalaman paling jauh yang terhitung yaitu 41 km startnya dari belakang UMN sampai ke Bintaro. Wiiih seru

Ada dua aplikasi untuk mengukur jarak bersepeda yaitu starva dan relive.

Hal Penting Yang Harus diperhatikan Saat Bersepeda di Era New Normal


Sebagai pengguna sepeda di jalan raya demi keselamatan dan aman pada saat pandemi covid 19.

1. Memakai masker disaat bersepeda dan menurunkan intensitas. Jangan mengebut dan terlalu cepat yang dapat menjadi sesak napas. 

2. Jaga jarak dan social distancing. 
Ketika bersepeda dengan komunitas atau dengan pesepeda lainnya tetap jaga jarak dan social distancing. 

3. Bersepeda di jalur sepeda
Sebagai pengguna sepeda di jalan raya, kita harus menjaga etika bersepda yang baik dengan menghargai pengguna transportasi pribadi dan umum. Jangan sampai menutupi jalan mereka, karena kecepatan kendaraan bermotor dan mobil lebih cepat daripada sepeda. Jangan juga bersepeda diatas trotoar yang dapat mengganggu pengguna jalan  kaki. 

4. Memakai bel sepeda
Tidak seperti motor yang mempunyai sen dan kaca spion lebih mudah untuk bergerak ke arah samping, sepeda cuma mengandalkan kepala sedikit mengarah kebelakang, penting juga menggunakan bel sepeda layaknya seperti klakson supaya memberi pesan bahwa ada sepeda yang ingin bergerak ke samping atau lebih cepat. 

5. Menggunakan lampu dan senter
Nah ada lagi perlengkapan yang penting banget buat pesepeda di malam hari atau subuh. Perlengkapan lampu diletakkan dibagian belakang sepeda, roda dan helm agar pengendara lain dapat melihat sepeda tersebut , senter pun juga agar kita bisa melihat jalan kondisi gelap

6. Menggunakan helm sepeda
Bukan untuk gegayaan tapi untuk melindungi bagian kepala dari panas atau benturan benda keras apabila terjadi kecelakaan. 

7. Perhatikan dan fokus
Jangan menyelip kendaraan besar, ingat bersepeda di era new normal bukan ajang percaya diri kebut kebutan. Jangan melawan arah ya..

Nah terakhir jangan lupa membawa air minum untuk menjaga hidrasi dalam tubuh. 
Share:

No comments:

Post a Comment